Berburu Sunrise yang Menakjubkan di Geoforest Watu Payung Turunan

03/04/2020 228 view Wisata Foto : datawisata.com

Saat ini wisata alam yang menawarkan pesona pegunungan memang sedang digandrungi wisatawan. Tentu saja, pesona alam yang indah memanjakan mata sekaligus memberi ketenangan pada jiwa siapapun pasti tak bisa menolaknya. Salah satunya adalah wisata alam Geoforest Watu Payung Turunan. Geoforest Watu Payung Turunan adalah salah satu destinasi wisata baru di Gunung Kidul.

Lokasinya berada di Dusun Turunan, Girisuko, Panggang, Gunung Kidul, Yogyakarta. Diberi nama Watu Payung karena di kawasan wisata tersebut terdapat sebuah batu besar yang bentuknya menyerupai payung dan ditambah kata turunan diharapkan setelah menjadi kawasan wisata akan bermanfaat bagi warga dan keturunannya. Pada awalnya kawasan ini bukanlah tempat wisata namun berupa kawasan konservasi hutan jati sehingga istilah geoforest masih melekat pada Watu Payung Turunan.

Keindahan Alam Pegunungan

Watu Payung Turunan ini menawarkan keindahan hamparan perbukitan hijau yang luas seakan tidak berujung. Dari atas kita bisa melihat kawasan Gunung Kidul dan Sungai Oya yang meliuk membelah Pegunungan Sewu. Di siang dan sore hari hembusan angin yang bertiup sepoi yang menyegarkan tubuh dan menghilangkan segala penat di kepala. Kamu bisa melihat pemandangan tersebut di gardu pandang yang khusus sudah tersedia di sana sebagai spot yang pas menikmati keindahan dari ketinggian.

Spot Foto Instagenic

Tak hanya menawarkan pemandangan alam yang ciamikk. Di kawasan ini juga tersedia spot foto unik yang tentunya bisa kamu gunakan untuk berswafoto biar instagrammu makin keren. Salah satu spot foto yang menjadi favorit pengunjung di kawasan Watu Payung Turunan ini adalah spot Hasta Apsari yang unik dan instagenic. Kamu cuma perlu membayar Rp 5000, – untuk bisa berswafoto di spot-spot yang tersedia. Tidak perlu khawatir bila kamu tidak membawa kamera, sudah tersedia jasa foto hanya dengan membayar Rp 3000 untuk satu filenya. Untuk foto pre wedding harga yang dipatok sebesar Rp 250.000,-

Lokasi Pas Berburu Sunrise dan Sunset

Di pagi hari akan banyak ditemui pengunjung yang sudah siap menunggu sunrise sambil menyeruput kopi hangat. Buat kamu yang penggemar fotografi kawasan ini juga harus masuk ke dalam daftar tempat yang kamu tuju untuk hunting foto. Udara pagi yang dingin beradu dengan indahnya pemandangan pegunungan dengan balutan kabut yang lembut tak akan bisa menahan tanganmu untuk mengabadikannya lewat kamera. Apalagi ketika matahari perlahan muncul dari timur, sinarnya yang kuning keemasan semakin memanjakan mata.

Penerangan di Watu Payung Turunan ini bisa dibilang belum memadai sehingga sangat disarankan untuk membawa senter ketika kamu kesini berburu sunrise. Kamu juga perlu berhati-hati karena jalanan menuju puncak cukup terjal. Untuk sampai di puncak kita perlu menyusuri jalan setapak karena akses untuk kendaraan hanya sampai di parkiran saja. Usahakan kamu kesini ketika cuaca cerah ya karena ketika mendung sunrise akan sulit untuk terlihat.

Watu Payung Turunan buka dari jam 04.45-21.00. Sebenarnya kawasan ini bagus dikunjungi setiap waktu, namun kalau kamu pecinta sunset ada baiknya kam kesini pada sore hari agar tidak melewatkan indahnya matahari terbenam di antara hijaunya pegunungan. Watu Payung Turunan bisa jadi destinasi alternatif melihat sunset tanpa harus ke pantai. Apalagi kalau kamu kesini bersama orang-orang tersayang dijamin soremu akan menyenangkan.

Fasilitas

Kalau kamu sudah puas berfoto-foto kamu bisa rehat sejenak, di sana tersedia gazebo yang bisa kamu pakai untuk sekadar rehat menyeruput kopi sambil bercengkerama bersama teman-teman. Dijamin segala penat akan hilang. Di sini sudah tersedia kamar mandi, mushola, dan warung penjual makanan. Kamu juga bisa mencoba olah raga tradisional yang saat ini jarang ditemui yaitu Jemparingan atau panahan khas Jawa. Sangat sayang untuk kamu lewatkan, apalagi harganya sangat terjangkau. Hanya Rp 10.000,- untuk 10 anak panah. Tenang, kamu akan didampingi profesional selama kegiatan memanah.